RITUALISME
(AYAH
PENUNTUN JALAN KAMI)
Dalam kebimbangan aku
bersimpuh
Dalam ketidakberdayaan
aku meminta
Hamba pendosa dan
penuh nista
Hidup terasa tanpa
makna
Ujian mengetuk
sanubari
Meminta memohon ampun
Apa yang patut kau
sombongkan selama ini
Tidak pernah memaknai
arti hidup sebenarnya
Setelah mendapat
pukulan keras baru tersadar
Terlalu membanggakan
apa yang dimiliki
Menjalankan apa yang
diperintahkan
Berusaha menjauhi
larangan
Namun masih saja ada
yang mengganjal
Hidup terasa tanpa
makna
Bahasa indah yang
dimiliki agamaku
Tak kupahami dengan
benar
Tak pernah aku mencoba
menerapkan
Ritualisme diri dalam
perintahnya
Seharusnya jauh dari
itu
Kau memahami makna
dan melaksanakan
Selama ini hidup
ritualisme yang kujalani
Membaca hanya sampai
di tenggorokan
Tersadar karena
sebuah ujian
Tersadar bahwa selama
ini ada
Ada beliau yang
mununtunku untuk ke sana
Beliau meninggalkan
jejak indah
Walau ragamu tak lagi
ada bersama
Namun KAU adalah AYAH
kami
Yang selalu
memberikan jalan indah
Mengenalkan kami
kepada orang-orang mukmin
Usiamu PANJANG AYAH
karena amal kebaikanmu yang selalu kami kenang…. Untuk ayahku tercinta Semoga
kubur ayah selalu diterangi oleh cahaya cahaya yang bersinar terang
Terima kasih sudah
mau menjadi AYAHKU







0 komentar:
Posting Komentar